Group Reality Therapy: Upaya untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Remaja di Panti Asuhan
DOI:
https://doi.org/10.33367/jtpigc.v2i2.8346Keywords:
Terapi kelompok, terapi realitas, penerimaan diri, panti asuhan, remajaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi realitas untuk meningkatkan penerimaan diri remaja. Terapi realita menggunakan pendekatan WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) berfokus pada pemenuhan lima kebutuhan dasar manusia. Studi kasus dilakukan pada enam orang remaja yang memiliki latar belakang sama yaitu keluarga duafa dan tinggal di Panti Asuhan yang mengalami permasalahan yaitu merasa dibeda-bedakan oleh teman sebaya disekolah dan perasaan kecewa terhadap orangtua yang mengantar mereka ke Panti Asuhan. Hal tersebut berdampak terhadap rasa kurang percaya diri, jarang berinteraksi dengan sekitar dan kesulitan untuk menyampaikan apa yang dirasakan. Hasil penelitian dengan menggunakan terapi realitas melalui teknik WDEP dapat memberikan dampak yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada penerimaan diri yang lebih positif dengan ditandai sejumlah perilaku lebih percaya diri, mengembangkan diri dalam kelebihan yang dimiliki serta strategi untuk mengembangkan prestasi.
References
Baitina, A. (2020). Reality therapy untuk meningkatkan self esteem pada mahasiswa dengan problem kecemasan. Procedia: Studi Kasus Dan Intervensi Psikologi, 8(1), 19-25. https://doi.org/10.22219/procedia.v4il.11963.
Corey, G. (2013). Teori dan praktik konseling dan psikoterapi. Yogyakarta : Refika aditama
Denmark, K. L. 1973. “Self acceptance and leader effectiveness”. Journal Extensions. Texas A & M University.
Farnoodian, P. (2016). The effectiveness of group reality therapy on mental health and self-esteem of students. International Journal of Medical Research & Health Sciences, (9), 137–141.
Jacobi, J. (2009). Between charity and education: orphans and orphanages
in early modern times. Pedagogica Historica ,45,51–66.
King, L.A. (2008). The science of psychology: An appreciative view. New York: McGraw-Hill.
Lowdon, R. (2011). Perfectionism and Acceptance : Perspective Taking and Implicit Beliefs. Edinburgh: Doctorate In Clinical Psychology The University Of Edinburgh.
Nelson-Jones, R. (2015). Teori dan Praktik Konseling dan Terapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Putri, G. G., Najahi, S., & Agusta, P. (2013). Perbedaan self-acceptance (penerimaan diri) pada anak panti asuhan ditinjau dari segi usia. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil), 5, 8–9.
Rahmah, Silfia., Ilyas, Asmidir., Nurfarhanah. (2013). Masalah-masalah yang dialami anak panti asuhan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Jurnal ilmiah konseling. Vol 2, no 3
Winarni, M. A. (2017). Efektivitas konseling realitas untuk meningkatkan penerimaan diri siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tempel. E-Journal Bimbingan Dan Konseling, 32(3), 144–147.
Wubbolding, R. E., Brickell, J., Imhof, L., In-za Kim, R., Lojk, L., & Al-rashidi, B. (2004). Reality therapy : A global perspective. International Journal for the Advancement of Counseling, 26(3), 219-22
Murat, A. R., Japar, M. & Yuhenita, N. N. (2023). Efektifitas konseling realitas untuk meningkatkan self esteem anak korban bullying. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 9(1), 268-274.
Puhi, S. R. N. I. (2023). Reality Therapy: dapatkah meningkatkan harga diri pada remaja?. Procedia: Studi Kasus Dan Intervensi Psikologi, 11(1), 19-24. https://doi.org/10.22219/procedia.v11i1.23872
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D (Sutopo, Ed.; ke 3).
Surbakti, Fitri Br & Harahap, Ade Chita Putri (2024) .The effectiveness of individual counseling services with a reality counseling approach to increase self-acceptance in orphanage children. Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme 6(3):13-31https://doi.org/I0.37680/scaffolding.v6i3.6115
Abstract
Views:
21,
PDF downloads: 5


