Tasawuf Psikoterapi dalam Restorasi Kepercayaan Publik terhadap Pesantren Pasca Tragedi: Studi Pustaka pada Pesantren Al-Khozini
DOI:
https://doi.org/10.33367/jtpigc.v2i2.8575Keywords:
Pesantren; Kepercayaan Publik; Tasawuf; Psikoterapi Islam; Trauma SosialAbstract
Tragedi yang terjadi di lingkungan pesantren dapat menimbulkan krisis kepercayaan publik yang berdampak luas, tidak hanya terhadap institusi terkait, tetapi juga terhadap citra pesantren secara umum sebagai lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep restorasi kepercayaan publik terhadap pesantren pasca tragedi melalui integrasi perspektif tasawuf dan psikoterapi Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah 32 sumber literatur yang relevan, terdiri atas jurnal bereputasi nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya kepercayaan publik terhadap pesantren dipengaruhi oleh lemahnya sistem perlindungan santri, rendahnya transparansi kelembagaan, serta respons krisis yang kurang empatik. Integrasi tasawuf dan psikoterapi Islam memperlihatkan bahwa restorasi kepercayaan publik tidak cukup dilakukan melalui reformasi struktural dan administratif, tetapi juga memerlukan pemulihan psikospiritual melalui internalisasi nilai-nilai tasawuf seperti amanah, muhasabah, taubat, ikhlas, dan ihsan. Pendekatan psikoterapi Islam berperan penting dalam penyembuhan trauma sosial dan rekonstruksi makna secara kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa restorasi kepercayaan publik terhadap pesantren pasca tragedi merupakan proses psikospiritual yang berkelanjutan dan menuntut transformasi moral kelembagaan sebagai fondasi utama pemulihan.
References
Alexander, J. C. (2012). Trauma: A social theory. Polity Press.
Al-Ghazali. (n.d.). Ihya’ ‘ulum al-din (Vol. 3). Dar al-Fikr.
Azra, A. (2016). Pesantren dan tantangan modernitas: Antara tradisi dan transformasi sosial. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 110–125. https://doi.org/10.14421/jpi.2016.92.110-125
Badri, M. (2018). Contemplation: An Islamic psychospiritual study. International Institute of Islamic Thought.
Coombs, W. T. (2015). Ongoing crisis communication: Planning, managing, and responding (4th ed.). SAGE Publications.
Frandsen, F., & Johansen, W. (2017). Organizational crisis communication: A multivocal approach. Corporate Communications: An International Journal, 22(1), 26–44. https://doi.org/10.1108/CCIJ-08-2016-0053
Fukuyama, F. (2018). Trust: The social virtues and the creation of prosperity. Free Press.
Habermas, J. (1984). The theory of communicative action (Vol. 1). Beacon Press.
Herman, J. L. (1997). Trauma and recovery: The aftermath of violence—from domestic abuse to political terror. Basic Books.
Ibn ‘Atha’illah al-Sakandari. (n.d.). Al-Hikam. Dar al-Fikr.
Mujib, A., & Mudzakir, J. (2001). Nuansa-nuansa psikologi Islam. RajaGrafindo Persada.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Abstract
Views:
12,
PDF downloads: 7


