Analisis Gaya Kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Huda Bonggah Desa Ploso Kecamatan Nganjuk

Authors

  • Muhamad Juhan Junaidi Madrasah Tsanawiyah Al Huda Bogo Nganjuk
  • Suko Susilo Institut Agama Islam Tribakti Kediri

DOI:

https://doi.org/10.33367/ji.v8i3.744

Keywords:

Gaya Kepemimpinan, Pondok Pesantren

Abstract

Kyai  merupakan pemimpin  di  pondok pesantren yang mempunyai  peran sangat  penting dan sangat strategis dalam mewujudkan suatu tujuan,  mengingat  posisinya  yang secara struktural sebagai  pimpinan  legal  memiliki  kekuasaan  penuh  pada  lembaga  yang dipimpinnya.   Kyai  merupakan  pimpinan  tertinggi  dalam  lembaga pendidikan di pondok pesantren. Gaya kepemimpinan Kyai sangatlah mempengaruhi terwujudnya madrasah yang memenghasilkan manusia – manusia yang bertakwa, berbudi pekerti luhur, dan manusia yang multi tailen. Atas  dasar  itu,  penelitian  ini  difokuskan  pada gaya  Kepemimpinan  Pondok Pesantren Al-Huda Bonggah Ploso Nganjuk. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan Kecenderungan orientasi Prilaku Kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Huda Bonggah Desa Ploso Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk. (2) Mendeskripsikan Gaya Kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Huda Bonggah Desa Ploso Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Prilaku Kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Huda Bonggah kecenderungan yang tinggi orientasinya pada pembinaan kekompakan kelompok sekaligus pada pencapaian tujuan  (2) Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Huda adalah Demokrasi.

References

Agustin, Ari Ginanjar. (2001), ESQ Emotional Spriritual Quotient, Arga Wijaya Persda, Jakarta.
Atjeh, Abu Bakar. (1957) Sejarah Hidup KH.Wahid Hasyim dan karangan tersiar, Panitia peringatan KH Wahid Hasyim, Jakarta
Alya, Qonita. (2011), Kamus Bahasa Indonesia untuk Pendidikan Dasar, , Bandung: Indah Jaya Adipratama.
Aminuddin dkk (2010), Pendidikan Agam Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum, , Bogor : Ghalia Indonesia.
Anwar, Moch Idochi (2014), Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya Bandung Pendidikan, Alfabeta.
Arifin, Imron. (1993), Kepemimpinan Kyai, kasus pondok pesantren Tebuireng, cet. , Malang.: Pertama, Kalimasada Press.
Arifin, Zaenal, (2016). Efektifitas Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam di Pesantren. Jurnal Pemikiran Keislaman, 27(1), 40 ~ 64. https://doi.org/10.33367/tribakti.v27i1.258
Asmani, Jamal Ma’mur. (2012), Tips Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Jogjakarta.Diva Press.
Burhanuddin, 2013. Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, , Jakarta.: Bumi Aksara. , Jakarta Dhofier, Zamahsyari. (1995), Tradisi Pesantren: Study Tentang Pandana Hidup Kyai, LP3IS.
Dwiyanto, Agus (2010), Reformasi Birokrasi, kepemimpinan dan Pelayanan Publik, Yogyakarta : Gaya Media.
Faisal, Sanapiah. (1990), Penelitian Kualitatif: Dasar-Dasar dan Aplikasi Malang: YA3.
Hadi, Sutrisno. (1989), Metodologi Research, , Yogyakarta : Andi Offser.
Handoko, T. Hani. (1992), Manajemen, Yogyakarta: BPFE-UGM.
Hidayat, (1985), Pesantren dan Elit Desa, , Jakarta : LP3ES.
Irawan, Prasetya. (1999), Logika dan Prosedur Penelitian : Pengantar Teori dan Panduan Praktis Penelitian Sosial bagi Mahasiswa dan Peneliti Pemul STAIN.
Kaloh, J. (2010), Kepemimpinan Kepala Daerah, jakarta : Sinar Grafika.
Moleong, Lexy J. (1991), Metodologi Penelitian kualitatif, , Bandung: Remaja rosdakarya.
Muarif Ambary, Hasan. (2001), Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Di Indonesia, Logos Wacana Ilmu.Mu’awanah (2009), Manajemen Pesantren, , Kediri : STAIN Kediri Press.
Muhaimin (2010), Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam:Pemberdayaan, Pengembangan Kurikulum Hingga Redefinisi Islamisasi Pengetahuan, Nuansa: Bandung
Muhaimin (2010) Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah/Madrasah. , Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Downloads

Abstract Views: 362, PDF downloads: 507

Published

2018-12-11

How to Cite

Junaidi, Muhamad Juhan, and Suko Susilo. 2018. “Analisis Gaya Kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Huda Bonggah Desa Ploso Kecamatan Nganjuk”. Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman 8 (3): 277-90. https://doi.org/10.33367/ji.v8i3.744.