Komunikasi Islam dalam Harmoni Keberagaman di Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.33367/kpi.v5i2.3439Keywords:
Islam, Da'wa, DiversityAbstract
This research reveals about Islamic communication in building harmony in the diversity of society. The harmony of diversity in this case is intended to neutralize phenomena in society that are "triggered" by problems of differences in understanding or belief in religion in the province of East Java. This research focuses on how the form of Islamic communication carried out by mosques in building harmony in the diversity of beliefs among fellow Muslims (different understandings) and how the process of building harmony in the diversity of people's beliefs (different religions) in the East Java region. This research uses a qualitative descriptive method with a constructivist approach. Research shows that in forming harmony for diversity in the province of East Java, mosques need a control system in managing mosque management. The management includes the secretariat, leadership aspects, and the ownership status of the mosque because this is none other than one of the triggers for the emergence of "conflict" within Islam itself. Apart from that, the mosque also held entrepreneur-based Rema's cadre training, as well as monitoring preachers and mosque labeling. This is intended to reduce the occurrence of conflicts due to negative stigma in society.
References
Afdillah, M. (2016). Dari masjid ke panggung politik: Melacak akar-akar kekerasan agama antara komunitas Sunni dan Syiah di Sampang, Jawa Timur.
Ahmad (ed), N. (2001). Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman. Kompas.
Amalia, A., & Nanuru, R. F. (2018). Toleransi Beragama Masyarakat Bali, Papua, Maluku,. Jurnal Darussalam; Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, X(1), 152.
Berger, P. L., & Luchman, T. (1990). Tafsir Sosial atas Kenyataan, Terj. Hasan Basari dari The Sosial Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. LP3ES.
Bungin, B. (2011). Sosiologi komunikasi: Teori, paradigma dan diskursus teknologi komunikasi di masyarakat. Kencana.
Din, M. A. (2014). Pola Hubungan Komunitas Islam dan Kristen di Kota Ternate (Perspektif Komunikasi Antaragama).
Duraesa, M. A., & Ahyar, M. (2019). Diskursus pluralisme agama di Indonesia.
Halik, A. (2018). Paradigma Kritik Penelitian Komunikasi (Pendekatan Kritis-Emansipatoris dan Metode Etnografi Kritis). Jurnal Tabligh, 19(2), 166.
Harahap, S. (2011). Teologi kerukunan (Ed. 1., cet. 1). Prenada.
Jati, W. R. (2013). Kearifan Lokal Sebagai Resolusi Konflik Keagamaan. Walisongo, 21(2), 394.
Kiki, G. (2009). Toleransi Dalam Masyarakat Plural. MAJALAH ILMIAH LONTAR, 23(4).
Kum, K. (2019). Perang Antar Suku dan Resolusi Konflik Kabupaten Mimika Papua. Universitas Humammadiyah Malang.
Kustini (Ed.). (2019). Monografi kerukunan umat beragama di Indonesia (Cetakan pertama). Litbangdiklat Press.
Magnis-Suseno, Sj, F. (2015). Agama, keterbukaan dan demokrasi: Harapan dan tantangan. Pusat Studi Agama dan Demokrasi Yayasan Paramadina Bekerjasama Dengan The Asia Foundation Dan The Ford Foundation.
Mahromi, A. (Ed.). (2007). Demi toleransi demi pluralisme: Esai-esai untuk merayakan 65 tahun M. Dawam Rahardjo (Cet. 1). Penerbit Paramadina.
Mindes, G. (2006). Teaching Young Children Social Studies. Praeger Publisher.
Morton, D., & Coleman, P. T. (2006). The Handbook of Conflict Resolution, Theory and Practice. Jossey-Bass Publisher.
Munir, M. (2012). Manajemen dakwah (Cetakan ke-3). Kencana.
Naim, N. (2015). Islam Dan Pluralisme Agama. Aura Pustaka.
Ngangi, C. R. (2011). Konstruksi sosial dalam realitas sosial. Agri-Sosioekonomi, 7(2), 1–4.
Nottingham, E. K. (1985). Agama dan Masyarakat, Suatu Pengantar Sosiologi Agama, terjm. Abdul Muis Naharong. Rajawali.
Panggabean, S. R. (2009). Pola-Pola Konflik Konflik Keagamaan di Indonesia 1990-2008. Asia Foundation.
Pratiknjo, M. H. (2012). Masyarakat Multikultural: Bentuk dan Pola Interaksi dalam Dinamika Kehidupan Sosial (Pertama). Yayasan Serat Manado.
Qodir, Z. (2018). Sosiologi agama: Teori dan perspektif keindonesiaan. Pustaka Pelajar.
Qorib, M. (2019). Pluralisme Buya Syafii Maarif: Gagasan dan Pemikiran Sang Guru Bangsa. Bildung.
Rachman, B. M. (2010). Reorientasi pembaruan Islam: Sekularisme, liberalisme, dan pluralisme: paradigma baru Islam Indonesia (Cetakan I). Lembaga Studi Agama dan Filsafat : Paramadina.
Rahman, A. (2016). Potret Ajaran Kedamaian Dalam Islam (Upaya Membangun Kerukunan Umat Beragama). Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Rahmana, Z. S. (2018). Resolusi Konflik Sosial Keagamaan di Kota Bandung. Religious: Jurnal Studi Agama-agama dan Lintas Bundaya, 2(2), 162.
Rakhmat, J. (2013). Psikologi komunikasi (Cetakan keduapuluhsembilan, November 2013). Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
Rosyid, M. (2017). Peredam Konflik Agama: Studi Analisis Penyelesaian di Tolikara Papua 2015. Jurnal Afkaruna, 13(1), 49.
Said, N. M. (2016). Manajemen Masjid (Studi Pengelolaan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta). Jurnal Dakwah Tabligh, 17(1), 94–105.
Santoso, S. (2019). Peran Pesantren Dalam Pendidikan Resolusi Konflik Keagamaan. Jurnal At-Tarbiyat, 2(2), 143.
Sudikin, B. (2002). Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro. Insan Cendekia.
Susanta, G., Amin, C., Kautsar, R., Noorrahmah, N., & Griya Kreasi (Depok). (2007). Membangun masjid & mushola: +17 desain dan perkiraan volume pekerjaan. Penebar Swadaya.
Syuhudi, Muh. I. (2020). Dinamika Kebangsaan Masyarakat Perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Muara Tami Jayapura. Jurnal Al-Qalam, 26(2), 281.
Taum, Y. Y. (2015). Kekerasan dan Konflik di Papua: Akar Masalah dan Strategi Mengatasinya. Jurnal Penelitian, 19(1), 13.
Wahid, A., & Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (Ed.). (2019a). Masjid di era milenial: Arah baru literasi keagamaan. Pusat Kajian Agama dan Budaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Wahid, A., & Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (Ed.). (2019b). Masjid di era milenial: Arah baru literasi keagamaan. Pusat Kajian Agama dan Budaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Yasmadi. (2002). Modernisasi pesantren: Kritikan Nurcholish Madjid terhadap pendidikan Islam tradisional. Ciputat Press.
Yuningsih, A. (2006). Implementasi Teori Konstruksi Sosial dalam Penelitian Public Relations. Mediator: Jurnal Komunikasi, 7(1), 59–70.
Abstract
Views:
267,
PDF downloads: 318













