Moderasi Beragama Pesantren dalam setiap Modernisasi Pendidikan: Telaah Kaidah Maslahat Ushul Fiqh
Keywords:
Moderasi beragama, Pendidikan Pesantren, MaslahatAbstract
Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa pesantren di Indonesia memiliki akar sejarah yang panjang, pendidikan yang khas dan unik, bahkan menjadi subkultur masyarakat yang berbeda dari masyarakat umum disekitarnya. Namun lebih dari itu ada pola khas pesantren setiap menghadapi hal baru, yang merupakan bentuk nyata dari moderasi dalam beragama, pola itu adalah implementasi sebuah kaidah ushul fiqh yang berbunyi المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح (menjaga tradisi lama yang masih layak dan sekaligus mengambil tradisi baru yang lebih baik, dengan bahasa Izzudin bin Abdissalam disebut dengan mengambil atau “mengadopsi” kebaikan (جلب المصالح). Pola ini tercermin dalam penerapan pendidikan madrasah dan pendidikan formal oleh pesantren sebagai bentuk sikap adaptif terhadap nilai kebaikan (مصلحة) dalam kemajuan sistem pendidikan, meskipun harus dengan melakukan modernisasi dalam sistem pendidikannya. Pendidikan pesantren yang di masa awal hanya berpegang pada metode pendidikan klasik yang disebut sorogan (murid mengaji dihadapan guru), dan bandongan (guru membacakan kitab dihadapan para santri), saat ini mau beradaptasi dengan sistem pendidikan modern dalam bentuk Madrasah.
References
Abdullah, Mukhammad. “Mengurai Model Pendidikan Pesantren Berbasis Moderasi Agama: dari Klasik ke Modern.” Prosiding Nasional 2 (2019): 55–74.
admin2. “Mempertahankan Islam Nusantara.” NU KENDAL Online (blog), 26 Desember 2018. https://pcnukendal.com/mempertahankan-islam-nusantara/.
Amin, Nasikhun. “Sejuta Manfaat Belajar Kaidah Fikih.” Pondok Pesantren Lirboyo, 16 Februari 2021. https://lirboyo.net/sejuta-manfaat-belajar-kaidah-fikih/.
Asrori, Saifudin. “Lanskap Moderasi Keagamaan Santri, Refleksi Pola Pendidikan Pesantren.” Jurnal Ilmu Sosial Indonesia 1, no. 1 (2020): 16–26.
Bosra, Mustari, dan Umiarso Umiarso. “Theological Moderation In The Islamic Boarding School (Pesantren): Phenomenological Prophetic Social Study In Pesantren In East Java.” Akademika : Jurnal Pemikiran Islam 25, no. 1 (28 Agustus 2020): 117–38. https://doi.org/10.32332/akademika.v25i1.2369.
Chaer, Moh Toriqul. “Pesantren: Antara Transformasi Sosial Dan Upaya Kebangkitan Intelektualisme Islam.” FIKRAH 5, no. 1 (2017): 49–74.
Fadli, Adi. “Pesantren: sejarah dan perkembangannya.” El-Hikam 5, no. 1 (2012): 29–42.
Fuad, A. Jauhar. “Akar Sejarah Moderasi Islam Pada Nahdlatul Ulama.” Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman 31, no. 1 (13 Januari 2020): 153–68. https://doi.org/10.33367/tribakti.v31i1.991.
Hamzawi, Adib. “Qawaid Ushuliah & Qawaid Fiqhiyah (Melacak Konstruksi Metodologi Istinbath al-Ahkam).” INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, Dan Kebudayaan 2, no. 2 (11 September 2016): 91–111.
Irawan, Hendi, dan Januar Barkah. “K.H Ahmad Dahlan Perannya Dalam Membangun Sistem Pendidikan.” Alur Sejarah: Jurnal Pendidikan Sejarah 1, no. 2 (25 September 2018). https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/alursejarah/article/view/2850.
Johari, J. “Konsep Maslahah Izzudin Ibn Abdi Salam: Telaah Kitab Qawa`Id Al-Ahkam Limashalih Al-Anam.” Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman 8, no. 1 (6 Juni 2013): 69–88. https://doi.org/10.21274/epis.2013.8.1.69-88.
Kurniawan, Agung, dan Hamsah Hudafi. “Konsep Maqashid Syariah Imam Asy-Syatibi Dalam Kitab Al-Muwafaqat.” Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial 15, no. 1 (2021): 29–38.
MA, Firman Arifandi, Lc. Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum. Lentera Islam, t.t.
Mahzumi, Fikri. “Kitab Kuning: Jejak In℡Ektual Pesantren,” t.t.
Muslihun, Muslihun. “Pesantren Sebagai Identitas Islam Nusantara.” Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam 2, no. 1 (2017): 38–48.
Object, object. “Inovasi Dan Modernisasi Pendidikan Pondok Pesantren.” Diakses 11 Maret 2023. https://core.ac.uk/reader/229880090.
Sanusi, Uci. “Transfer Ilmu di Pesantren: Kajian Mengenai Sanad Ilmu.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 11, no. 1 (2013): 61–70.
Shihab, M. Quraish. Wasathiyyah Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama. Lentera Hati Group, 2019.
Shuhufi, Muhammad. Maslahat dalam Dinamika Hukum Islam. Disunting oleh Fatmwati Fatmawati. Depok: Rajagrafindo Persada, 2022. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/22472/.
Syarif, Fajar. “Ijtihad Politik Nu: Negara Pancasila Adalah Negara Islam.” Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan 3, no. 2 (6 Desember 2019): 56–66. https://doi.org/10.31958/jsk.v3i2.1625.
Takdir, Mohammad. Modernisasi Kurikulum Pesantren. IRCiSoD, 2018.
“The Journal of Universitas Negeri Surabaya.” Diakses 9 Maret 2023. https://ejournal.unesa.ac.id.
Abstract
Views:
1261,
PDF downloads: 239




