Merdeka Belajar dalam Perspektif Ki Hadjar Dewantara
Keywords:
Merdeka Belajar, Pemikiran Ki Hadjar DewantaraAbstract
Ketika suatu negara berinvestasi pada pendidikan masyarakatnya, hal itu membantu membentuk budayanya. Konsekuensinya, strategi yang digunakan di kelas harus mewakili kualitas pengajaran. Paradigma pendidikan mengalami pergeseran akibat dinamika global yang membawa dampak baik dan buruk bagi pendidikan Indonesia. Agar pembelajaran benar-benar membebaskan, siswa harus mampu dengan bebas mengartikulasikan ide dan pendapatnya. Jadi, penting untuk dicatat bahwa anak-anak tetap perlu belajar. Namun program Merdeka Belajar bertujuan untuk memastikan seluruh siswa di Indonesia memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas. Seperti terlihat di Perguruan Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara mengusulkan alternatif sistem pendidikan nasional yang lebih berkeadilan dan partisipatif melalui penggunaan taktik kepemimpinan dan Sistem Among yang didasarkan pada model Pawiyatan. Ki Hadjar Dewantara mempunyai pemikiran yang tepat mengenai pendidikan Indonesia, karena pendidikan Indonesia didasarkan pada kebudayaannya sendiri dan semangat kebangsaannya yang luar biasa kuat, dinamis, dan berorientasi masa depan.
References
Bara, Ariyandi Batu. “Filsafat Pendidikan: Rekonstruksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara Sebagai Upaya Dekonstruksi Pragmatisme Pendidikan Indonesia.” Dalam Prosiding Konferensi Internasional tentang Studi Tradisi dan Keagamaan , 1:374–90, 2022. http://proceedings.radenfatah.ac.id/index.php/lc-TiaRS/article/view/244.
Faiz, Aiman, dan Imas Kurniawaty. “Konsep Pembelajaran Mandiri Pendidikan Indonesia Dalam Perspektif Filsafat Progresivisme.” Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 12, no. 2 (31 Juli 2020): 155–64. https://doi.org/10.35457/konstruk.v12i2.973.
Indonesia, Hukum Republik. “Sistem pendidikan nasional.” Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum , 2003.
Irawati, Deasy, Siti Masitoh, dan Mochamad Nursalim. “Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Sebagai Landasan Pendidikan Vokasi Era Kurikulum Merdeka.” JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala 7, no. 4 (2022). https://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JUPE/article/view/4493.
Kosasih, Ahmad. “FILOSOFI PENDIDIKAN PRAGMATISME Kajian Teori Manajemen Pendidikan John Dewey.” Faktor : Jurnal Ilmiah Pendidikan 9, no. 1 (5 Agustus 2022): 98–109. https://doi.org/10.30998/fjik.v9i1.11416.
“Merdeka Belajar, Upaya Penguatan Pilar Pendidikan | Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.” Diakses 3 November 2023. https://www.kemenkopmk.go.id/merdeka-belajar-ikhtiar- memperkuat-pilar-pendidikan.
Nanggalaupi, Agil, dan Karim Suryadi. “Kampus Merdeka dari Perspektif Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Paulo Freire serta Debat Pemikiran Filsafat Pendidikan John Dewey vs Robert M. Hutchins.” JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) 5, no. 2 (10 Maret 2021). https://doi.org/10.58258/jisip.v5i2.1812.
Nugrahani, Farida, dan M.Hum. “Metode penelitian kualitatif.” Solo: Cakra Buku 1, no. 1 (2014): 3–4.
Nurkholida, Erna. “Filsafat Pendidikan Menurut Perspektif Jawa (Kajian Pemikiran Ki Hajar Dewantara).” Sarjana: Jurnal Pendidikan dan Masyarakat 16, no. 2 (2018): 393–407.
Prof.Dr.HE Mulyasa, M.Pd. Menjadi Guru yang Mendorong Kebebasan Belajar . Jakarta Timur: PT. Literasi Bumi, 2021.
Rahmatullah, Azam Syukur. “Konsep pendidikan kasih sayang dan kontribusinya terhadap psikologi pendidikan Islam.” LITERASI (Jurnal Pendidikan) 5, no. 1 (2017): 29–52.
Sherly, Sherly, Edy Dharma, dan Humiras Betty Sihombing. “PEMBELAJARAN MANDIRI: TINJAUAN PUSTAKA.” Perpustakaan Prosiding Konferensi UrbanGreen , 25 Agustus 2021, 183–90.
Siddik, Hasbi. “Konsep Dasar Pendidikan Islam.” Al-Riwayah: Jurnal Pendidikan 14, no. 1 (2022): 35–51.
Sugiarta, I. Made, Ida Bagus Putu Mardana, Agus Adiarta, dan Wayan Artanayasa. “Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara (Tokoh Timur).” Jurnal Filsafat Indonesia 2, no. 3 (20 September 2019): 124–36. https://doi.org/10.23887/jfi.v2i3.22187.
Suparlan, Henricus. “Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Kontribusinya Terhadap Pendidikan Indonesia.” Jurnal Filsafat 25, no. 1 (2015): 56–74.
Suryaman, Maman. “Orientasi Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Merdeka.” Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra , 21 Oktober 2020, 13–28.
Tarigan, Mardinal, Alvindi Alvindi, Arya Wiranda, Syahwan Hamdany, dan Pardamean Pardamean. “Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Perkembangan Pendidikan di Indonesia.” Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 3, no. 1 (2022): 149–59.
Tohir, Mohammad. “Buku Panduan Belajar Merdeka - Kampus Merdeka,” 2020. https://osf.io/ujmte/download.
Wiryopranoto, Suhartono, Prof Dr Djoko Marihandono Prof Dr Nina Herlina, MS, Dr Yuda B Tangkilisan, dan Tim Museum Kebangkitan Nasional. Ki Hajar Dewantara: Pemikiran dan Perjuangannya . Jakarta: Museum Kebangkitan Nasional, 2017.
Zulhamdan, Zulhamdan. “Perbandingan Pemikiran Pendidikan Islam Rahmah El-Yunusiyah dan Ahmad Surkati.” Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) 4, no. 4 (19 Juli 2022): 1322–32. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5468.
Abstract
Views:
65,
PDF downloads: 49




