Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pendidikan Agama Islam
Keywords:
Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama IslamAbstract
Prambon Public High School's Islamic Religious Education program, which follows the Independent Learning Curriculum, is the focus of this study. Participating in the study are students, instructors of Islamic religious education, the school principal, the curriculum and subject coordinators, and researchers who employ a phenomenological approach to qualitative research. The Independent Learning Curriculum is based on the principles of constructivism, which places the emphasis on the student as the primary agent of their own learning. Facilitators, teachers lead students through the steps of seeing, exploring, discussing, explaining, and developing and applying concepts. Teachers use diagnostic, formative, and summative assessments to evaluate student learning in keeping with the standards set out by the Independent Learning Curriculum. Based on the results, it seems that the implementation is student-centered, with instructors playing the role of guides. Within the context of the Independent Learning Curriculum, the implications offer recommendations for enhancing the standard of Islamic Religious Education instruction.
References
Azizi, Moh Khasan, dan Alfan Shafrizal. “Kemerdekaan Belajar Dilihat dari Teori Pembelajaran Konstruktivis dan Pendidikan Agama Islam.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. 1 (2019).
Daryanto. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2001.Fridiyanto, dkk. Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka . Malang: CV Literasi Nusantara Abadi, 2022.
Habibah, Maimunatun. “Pengembangan Budaya Literasi Keagamaan di SMA Negeri 02 Kediri.” Jurnal Kajian Pendidikan Islam Indonesia (IJIES) 2, no. 2 (2019).
Hamalik, Oemar. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum . Bandung: Pemuda Rosdakarya, 2011.
———. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
Hasanah, Nurul. “Sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Pengetahuan Guru di SD Swasta Muhammaddiyah 04 Binjai.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 3 (2022).
Kepala Biro Hukum. Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, 2022.
Khoeron, Muhammad. “Pembelajaran Fiqih Kontekstual di Madrasah Tsanawiyah.” Jurnal Pendidikan (Jurnal Pendidikan) 3, no. 1 (2019).
M, Fukuyama. “Masyarakat 5.0: Menuju Masyarakat Baru yang Berpusat pada Manusia.” Jurnal JEF, 2018.
Mustagfiroh, Siti. “Konsep Pembelajaran Mandiri dari Perspektif Progresivisme John Dewey.” Jurnal Studi dan Pembelajaran Guru 3, no. 1 (2020).
“Observasi di SMA Negeri 01 Prambon Nganjuk, 31 Januari 2023,” nd
Sugiri, Wiki Aji, dan Sigit Priatmoko. “Perspektif Penilaian Otentik Sebagai Alat Evaluasi dalam Pembelajaran Mandiri.” Jurnal Pendidikan Guru Madrasah 4, no. 1 (2020).
Syahrul. Teori Pembelajaran Multikultural, Humanis, Kritis, Konstruktivis, Reflektivis, Dialogis, Progresif. Batu: Literasi Nusantara, 2020.
Abstract
Views:
72,
PDF downloads: 31




