The Effect of Religiosity on Psychological Well-Being with Intensity of Taklim Assembly Recitation as a Mediator

Authors

  • M. Ahim Sulthan Nuruddaroini Sekolah Tinggi Ilmu Qur`an (STIQ) Amuntai
  • Siti Amaliati STIT Raden Santri Gresik
  • Nur Kholis Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Hanun Asrohah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.33367/tribakti.v35i2.5495

Keywords:

Religiosity, Psychological Well-Being, Intensity of Attending Taklim Assembly Recitation, Path Analysis

Abstract

Religiusitas telah lama diakui sebagai faktor yang berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat religiusitas terhadap psychological well-being dengan intensitas mengikuti pengajian majelis taklim sebagai variabel intervening. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 71 jamaah majelis taklim di Kalimantan Selatan yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen: skala religiusitas Huber dan Huber, Ryff's Psychological Well-Being Scales (PWB), dan kuesioner intensitas mengikuti pengajian majelis taklim yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis jalur (path analysis) dengan bantuan software SPSS 25.0 dan Sobel Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat religiusitas berpengaruh signifikan secara langsung terhadap psychological well-being (β = 0.804, p < 0.001) dan intensitas mengikuti pengajian majelis taklim (β = 0.778, p < 0.001), serta intensitas mengikuti pengajian majelis taklim berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being (β = 0.658, p < 0.001). 2) Variabel tingkat religiusitas mampu menjelaskan 43,4% variasi psychological well-being, 41,2% variasi intensitas mengikuti pengajian majelis taklim, dan 42,7% variasi psychological well-being melalui intensitas mengikuti pengajian majelis taklim. 3) Intensitas mengikuti pengajian majelis taklim terbukti menjadi variabel intervening yang memediasi pengaruh tingkat religiusitas terhadap psychological well-being (sobell test statistic = 5.08924301, p = 0.000000036). Temuan ini mendukung teori dan penelitian sebelumnya tentang peran religiusitas dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta menunjukkan pentingnya keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, khususnya pengajian majelis taklim, dalam memperkuat hubungan tersebut. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan program-program berbasis agama yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, dengan melibatkan majelis taklim sebagai mitra strategis. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam hubungan antara religiusitas dan psychological well-being, seperti kepribadian, dukungan sosial, dan konteks budaya.

References

Amir, Yulmaida, dan Diah Rini Lesmawati. “Religiusitas dan spiritualitas: Konsep yang sama atau berbeda.” Jurnal ilmiah penelitian psikologi: kajian empiris & non-empiris 2, no. 2 (2016): 67–73.

Anwar, Saepul. “Aktualisasi Peran Majelis Taklim dalam Peningkatan Kualitas Umat di Era Globalisasi.” Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim 10, no. 1–2012 (2012).

Arifin, B.S, Anwar Sutoyo, dan WD Dwiyogo. “Hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa muslim.” Jurnal Psikologi Perseptual 4, no. 2 (2019): 111–21.

Chime, Emilia. “A study of religiosity and psychological well-being,” 2015.

Daulay, Nurussakinah, Nefi Darmayanti, Ade Chita Putri Harahap, Sri Wahyuni, Rina Mirza, Salamiah Sari Dewi, Suryani Hardjo, Yudistira Fauzy Indrawan, Siti Aisyah, dan Dinda Permatasari Harahap. “Religiosity as moderator of stress and well-being among Muslim students during the pandemic in Indonesia.” Islamic Guidance and Counseling Journal 5, no. 2 (2022): 88–103. https://doi.org/10.25217/igcj.v5i2.2696.

Diener, Edward, Richard E Lucas, dan Shigehiro Oishi. “Subjective well-being: The science of happiness and life satisfaction.” Handbook of positive psychology 2 (2002): 63–73.

Downie, Michelle, Richard Koestner, Shaha ElGeledi, dan Kateri Cree. “The impact of cultural internalization and integration on well-being among tricultural individuals.” Personality and social psychology bulletin 30, no. 3 (2004): 305–14. https://doi.org/10.1177/0146167203261298.

Ellison, Christopher G, dan Jeffrey S Levin. “The religion-health connection: Evidence, theory, and future directions.” Health education & behavior 25, no. 6 (1998): 700–720. https://doi.org/10.1177/109019819802500603.

Fitriani, Annisa. “Peran religiusitas dalam meningkatkan psychological well being.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 11, no. 1 (2017): 57–80.

Gebauer, Jochen E, Delroy L Paulhus, dan Wiebke Neberich. “Big Two personality and religiosity across cultures: Communals as religious conformists and agentics as religious contrarians.” Social Psychological and Personality Science 4, no. 1 (2013): 21–30. https://doi.org/10.1177/1948550612442553.

Glock, Charles Y, dan Rodney Stark. American Piety: The Nature of Religion (Pattern of Religious Commitment). Barkeley: University of California Press, 2006.

Hardjo, Suryani, Siswoyo Haryono, dan Khoiruddin Bashori. “The role of coping strategies in achieving psychological well being in students during the covid-19 pandemic with religiosity as a moderator variable.” Psychology and Education 58, no. 5 (2021): 25–34.

Hasanah, Umdatul. “Majelis Taklim and the Shifting of Religious Public Role in Urban Areas.” Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies 13, no. 1 (2019): 80–100. https://doi.org/10.15575/idajhs.v13i1.4632.

Humairoh, Siti. “Peran Majelis Taklim dalam Meningkatkan Religiusitas Masyarakat Melalui Kajian Kitab Rutinan di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember.” Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat 19, no. 2 (2021): 183–200. https://doi.org/10.35719/alhikmah.v19i2.68.

Indriana, Yeniar, Dinie Ratri Desiningrum, dan Ika Febrian Kristiana. “Religiositas, Keberadaaan Pasangan Dan Kesejahteraan Sosial (Social Well Being) Pada Lansia Binaan PMI Cabang Semarang.” Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 2011. https://doi.org/10.14710/jpu.10.2.184-193.

Joshanloo, Mohsen. “Investigation of the contribution of spirituality and religiousness to hedonic and eudaimonic well-being in Iranian young adults.” Journal of Happiness Studies 12 (2011): 915–30. https://doi.org/DOI 10.1007/s10902-010-9236-4.

Katni, Katni, Sri Sumarni, dan Aziz Muslim. “The role of mosque-based non-formal islamic education in building sakinah families.” Al-Hayat: Journal of Islamic Education 6, no. 1 (2022): 192–213. https://doi.org/10.35723/ajie.v6i1.243.

Koenig, Harold G. “Religion, Spirituality, And Health: The Research And Clinical Implications.” International Scholarly Research Notices 2012 (2012). https://doi.org/10.5402/2012/278730.

Leondari, Angeliki, dan Vasilios Gialamas. “Religiosity and psychological well‐being.” International journal of psychology 44, no. 4 (2009): 241–48. https://doi.org/10.1080/00207590701700529.

Maltby, John, Christopher Alan Lewis, dan Liza Day. “Religious orientation and psychological well‐being: The role of the frequency of personal prayer.” British Journal of health psychology 4, no. 4 (1999): 363–78. https://doi.org/10.1348/135910799168704.

Metcalf, Barbara D. “Living hadith in the Tablighi Jamaat.” The Journal of Asian Studies, 1993, 584–608. https://doi.org/10.2307/2058855.

Muzakkiyah, Nurul. “Peran Majelis Taklim Al-Hidayah dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Anggotanya.” Al Mu’azarah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 2 (2024): 59–68. https://doi.org/10.38073/almuazarah.v1i2.1426.

Pargament, Kenneth I, Harold G Koenig, Nalini Tarakeshwar, dan June Hahn. “Religious coping methods as predictors of psychological, physical and spiritual outcomes among medically ill elderly patients: A two-year longitudinal study.” Journal of health psychology 9, no. 6 (2004): 713–30. https://doi.org/10.1177/1359105304045366.

Park, Crystal L. “Religion as a meaning‐making framework in coping with life stress.” Journal of social issues 61, no. 4 (2005): 707–29. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.2005.00428.x.

Rew, Lynn, dan Y Joel Wong. “A systematic review of associations among religiosity/spirituality and adolescent health attitudes and behaviors.” Journal of adolescent health 38, no. 4 (2006): 433–42. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2005.02.004.

Ryff, Carol D. “Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being.” Journal of personality and social psychology 57, no. 6 (1989): 1069. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069.

Saputra, Awang, Adi Fahrudin, Munaya Fauziah, Saiful Bahri, dan Muhammad Fachri. “ISLAMIC RELIGIOSITY GUIDANCE APPROACHES ON MENTAL HEALTH DISORDER.” Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding 3, no. 1 (2023): 69–78.

Steger, Michael F, dan Patricia Frazier. “Meaning in life: One link in the chain from religiousness to well-being.” Journal of counseling psychology 52, no. 4 (2005): 574. https://doi.org/10.1037/0022-0167.52.4.574.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2016.

Supriatna, Ecep, dan Muhammad Rezza Septian. “The influence of religiosity and spirituality towards students’ psychological well-being during Covid-19 pandemic.” Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 1 (2021): 51–64. https://doi.org/10.15575/jpi.v7i1.10850.

Wanto, Deri, Ahmad Jamin, dan Ramsah Ali. “Asserting Religiosity through Islamic Education in Muslim Urban Communities through Islamic Education.” Journal of Islamic Thought and Civilization 12, no. 2 (2022): 116–35. https://doi.org/10.32350/jitc.122.09.

Zarnuji, Aqib. “Approach Methods of Processing by Non-pns Islamic Leader in Simokerto District Towards Religiosity in Elderly Congratulations at Assembly Taklim Al-Hidayah.” Journal International Dakwah and Communication 2, no. 2 (2022): 57–66.

Downloads

Abstract Views: 242, PDF downloads: 99

Published

2024-07-31

How to Cite

Nuruddaroini, M. A. S., Amaliati, S., Kholis, N., & Asrohah, H. (2024). The Effect of Religiosity on Psychological Well-Being with Intensity of Taklim Assembly Recitation as a Mediator. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 35(2), 263-280. https://doi.org/10.33367/tribakti.v35i2.5495

Similar Articles

1-10 of 54

You may also start an advanced similarity search for this article.