Hubungan Kemampuan Interaksi Sosial dengan Korban Bullying pada Remaja

Authors

  • Nikmatul Musliha Universitas Merdeka Malang
  • Lukman Hakim Universitas Merdeka Malang

DOI:

https://doi.org/10.33367/jtpigc.v2i1.6938

Keywords:

Bullying, Social Interaction Skills, Teenagers

Abstract

Abstrak

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang disengaja oleh pelaku pada korbannya, membuat korban merasa tidak aman, tidak berharga, dan tidak memiliki kekuatan untuk mengubah situasi. Bullying adalah sebuah pengalaman yang sangat menyakitkan dan dapat meninggalkan bekas luka emosional yang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kemampuan interaksi sosial dengan bullying pada remaja.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional. Dengan jumlah responden sebesar 130 responden. Penentuan sampling menggunakan teknik Snowball Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala kemampuan interaksi sosial (α= 0, 988) dan skala bullying (α= 0,993 ). Teknik analisa data menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh hasil 0,000<0,05 menunjukkan bahwa hasil terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan interaksi sosial dengan bullying, dengan arah hubungan negatif, yang berarti bahwa semakin tinggi kemampuan interaksi sosial maka semakin rendah bullying yang diterima, sebaliknya jika semakin rendah kemampuan interaksi sosial maka semakin tinggi bullying yang diterima.

 

Kata kunci:

bullying, kemampuan interaksi sosial , remaja

References

Budhi, S. (2016). Kill bullying hentikan kekerasan di sekolah. Penerbit Artikata.

Fatimah, & Torro, S. (2023). Hubungan interaksi sosial teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Enrekang. Pinisi Journal of Sociology Education Review, 3(1), 53–61. https://doi.org/10.26858/pjser.v0i0.38177

Hastuti, R., Sutikno, N., & Heng, P. H. (2021). Remaja sejahtera remaja nasionalis. Andi.

Hopeman, T. A. (2020). Dampak bullying terhadap sikap sosial anak sekolah dasar (Studi kasus di sekolah Tunas Bangsa Kodya Denpasar). Pendasi: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 4(1), 52–63.

Lusiana, S. N. E. L., & Arifin, S. (2022). Dampak bullying terhadap kepribadian dan pendidikan seorang anak. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 10(2), 337–350.

Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell Publishing Ltd.

Ramadhani, A. S., Noer, R. M., & Agusthia, M. (2023). Hubungan kemampuan interaksi sosial dengan perilaku bullying pada siswa SMP N 40 Kota Batam. Journal Innovation in Education, 1(4), 100–105.

Reisen, A., Viana, M. C., & Santos-Neto, E. T. D. (2019). Bullying among adolescents: Are the victims also perpetrators? Brazilian Journal of Psychiatry, 41(6), 518–529.

Santrock, J. W. (2003). Adolescene perkembangan remaja. Erlangga.

Utami, A. N. (2019). Identifikasi faktor-faktor penyebab. Basic Education, 8(8), 795–801.

Zakiyah, E. Z., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan bullying. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 324–330. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14352

Downloads

Abstract Views: 209, PDF downloads: 146

Published

2025-06-30

How to Cite

Hubungan Kemampuan Interaksi Sosial dengan Korban Bullying pada Remaja. (2025). Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling, 2(1), 22-30. https://doi.org/10.33367/jtpigc.v2i1.6938