Peran Santri dalam Melestarikan Budaya Lokal dan Literasi Santri Pondok Ngunut: Membangun Tradisi dan Inovasi
DOI:
https://doi.org/10.33367/multatuli.v1i02.6742Keywords:
Pondok Ngunut, Santri, Peran Santri, Pelestarian Budaya Lokal, Literasi SantriAbstract
Pondok Pesantren Ngunut memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan budaya lokal dan meningkatkan literasi di kalangan santrinya. Sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, pondok ngunut tidak hanya fokus pada pengajaran ilmu agama, tetapi juga berperan dalam menjaga, mengembangkan, dan meneruskan budaya lokal kepada generasi penerus. Santri di Pondok Ngunut diajarkan untuk memahami dan mengapresiasi kesenian tradisional, sastra lokal, serta nilai-nilai budaya yang ada di sekitar mereka. Selain itu, pesantren ini juga memberikan pendidikan literasi yang menggabungkan aspek agama dan budaya lokal, dengan melibatkan santri dalam kegiatan membaca, menulis, dan mendokumentasikan budaya daerah melalui teknologi digital. Melalui kolaborasi antara tradisi dan inovasi, Pondok Pesantren Ngunut menciptakan generasi santri yang tidak hanya terampil dalam ilmu agama, tetapi juga aktif dalam melestarikan dan memajukan budaya lokal, serta mengembangkan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
References
Wibowo, Joko. "Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam: Antara Tradisi dan Modernisasi." Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 2 (2021): 44-60.
Fauzi, Nur. Pondok Pesantren dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Islam. Jakarta: Prenadamedia Group, 2020.
Wibowo, Joko. "Pondok Pesantren dan Integrasi Nilai Islam dengan Budaya Lokal." Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 2 (2021): 77-91.
Mulyana, D. (2018). Komunikasi dan Literasi: Teori, Konsep, dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Amir, M. (2018). Pendidikan Literasi di Pondok Pesantren: Peluang dan Tantangan. Jakarta: Kencana.
Rahman, H. (2020). Literasi sebagai Sarana Pembentukan Karakter Santri. Bandung: Alfabeta.
Kamil, M. (2017). Pelestarian Budaya Lokal dalam Pendidikan Pesantren di Era Globalisasi. Surabaya: Pustaka Insan Madani.
Sumaryono, A., (2018). Pelestarian Budaya Lokal dalam Pendidikan Islam: Konsep dan Implementasi di Pesantren. Yogyakarta: LKiS.
Wahid, A., (2020). Pesantren dan Kebudayaan Lokal: Mengembangkan Pendidikan Berbasis Tradisi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Pujiyatno, A. (2007). Variasi dialek Bahasa Jawa di Kabupaten Kebumen: Kajian Sosiodialektologi (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).
Miftahul Huda, Imam. (2015). Pesantren dan Tradisi Keagamaan di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
M. Zaki, Muhammad. (2019). Pesantren dan Pelestarian Tradisi Lokal. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Ahmad, A. (2015). Pemuda dan Pelestarian Budaya Lokal di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Setiawan, S. (2019). Literasi Membaca dan Pengaruhnya terhadap Pengembangan Pengetahuan Santri di Pondok Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Insan.
Hasan, A. (2010). Pendidikan Al-Qur'an di Pesantren: Sebuah Perspektif Teori dan Praktek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rahman, S. (2019). Pendidikan Literasi Kitab Kuning di Pesantren: Antara Tradisi dan Modernitas. Bandung: Alfabeta.
Wawancara dengan ustad fuad as’adi
Darman, A. (2014). Pengembangan Pendidikan Pesantren di Indonesia. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Zainuddin, I. (2017). Literasi dalam Pendidikan Pesantren. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Abstract
Views:
36,
PDF downloads: 2



