Pengaruh Bahasa Gaul di Era Digital terhadap Kemurnian Bahasa Indonesia

Authors

  • Rizki Amsari Saragih STIT MISBAHUDIN AHMAD BLITAR
  • Ratna Isnawati Universitas Islam Tribakti Lirboyo
  • Mulyo Kurniati Universitas Islam Tribakti Lirboyo

DOI:

https://doi.org/10.33367/multatuli.v1i02.8588

Keywords:

Slang language, digital era, purity of the Indonesian language, Bahasa gaul, Era digital, Kemurnian Bahasa Indonesia

Abstract

Bahasa gaul Adalah salah satu bentuk variasi Bahasa nonformal yang berkembang cepat di kalangan reemaja Indonesia, khususnya sejak era digital dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Fenomena ini telah melahirkan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinnya degradasi kemurnian Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional yang memiliki peran penting dalam persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan Bahasa gaul terhadap kemurnian Bahasa Indonesia, baik dari segi kosa kata, struktur kalimat, sikap Bahasa penutur, mauoun fungsi sosial Bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi Pustaka, analisis wacana, observasi penggunaan Bahasa di media sosial, serta dokumentasi contoh-contoh tuturan Bahasa gaul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa gaul memberikan pengaruh signifikan terutama bterutama pada perkembangan kosa kata nonbaku dan sikap Bahasa generasi muda yang cenderung lebih menyukai ragam informal daripada formal. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Bahasa gaul tidak serta-merata mengancam keberadaan Bahasa Indonesia baku, selama pengguna mampu membedakan konteks formal dan informal. Dengan demikian, Bahasa gaul merupakan salah satu dinamika perkembangan Bahasa yang wajar terjadi dalam Masyarakat multilingual dan multicultural. Upaya menjaga kemurnian Bahasa Indonesia harus terus dilakukan melalui Pendidikan, literasi Bahasa, dan pembiasaan penggunaan Bahasa baku dalam konteks formal.

References

Allan, K., & Burridge, K. (2006). Forbidden words: Taboo and the censoring of language. Cambridge: Cambridge University Press.

Arifin, Z. (2010). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bucholtz, M., & Hall, K. (2005). Identity and interaction: A sociocultural linguistic approach. Discourse Studies, 7(4–5), 585–614. https://doi.org/10.1177/1461445605054407

Chaer, A. (2010). Bahasa dan linguistik. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Halliday, M. A. K. (1978). Language as social semiotic: The social interpretation of language and meaning. London: Edward Arnold.

Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). London: Routledge.

Kridalaksana, H. (2001). Kamus linguistik (Edisi ke-3). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Labov, W. (1972). Sociolinguistic patterns. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.

Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sumarsono. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Abstract Views: 119, PDF downloads: 73

Published

2025-12-22

Issue

Section

Articles