Bagaimana Relasi Pesantren dengan Konsep Merdeka Belajar? Mengurai Kajian Historis-Filosofis
DOI:
https://doi.org/10.33367/ijhass.v4i2.4213Keywords:
Pesantren, Independent Study, Historical-Philosophical PerspektifAbstract
Freedom to learn is a flagship program of the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia. Students are taught to have more value than their potential and creativity. This is in line with the current educational needs to produce generations of skilled and critical thinking to solve problems and have moral nobility as self-adornment. Islamic boarding schools as educational institutions have contributed greatly to the country through the quality of skilled and virtuous human resources. The purpose of this study is to reveal the relationship between Islamic boarding schools and the concept of independent learning from a historical and philosophical point of view. The research methodology is a literature study with hermeneutic analysis of referential writing. The result of the research is that the aim of Islamic boarding school education is essentially to develop Muslims so that they deepen religious understanding and gain the pleasure of Allah. Furthermore, the pesantren curriculum consists of monotheism, fiqh, and tasawuf. Meanwhile, the relationship between pesantren and independent learning is based on integrative principles, character, tasawuf, and independence.
References
Abidah, Yulia. “Merdeka Belajar: Pembelajaran Tidak Melulu Hanya Di Dalam Kelas.†indonesiana.id2, 2021. https://www.indonesiana.id/read/151200/merdeka-belajar-pembelajaran-tidak-melulu-hanya-di-dalam-kelas.
Alfian, Abdul, and Muhammad Nurul Yaqin. “Merdeka Belajar (Pesantren Dan Kemandirian Santri Al-Amien Prenduan).†Dirosat : Journal of Islamic Studies 5, no. 1 (December 25, 2021): 13–24. https://doi.org/10.28944/dirosat.v5i1.513.
Ali, Suryadharma. Paradigma Pesantren Memperluas Horizon Kajian Dan Aksi. UIN Maliki. Malang, 2013.
Aliyah, Ani Himmatul. “Peran Pondok Pesantren Dalam Pengembangan Pendidikan Islam.†Prosiding Nasional Pascasarjana IAIN Kediri 4 (2021).
Arifin, Imron. Kepemimpinan Kiai, Kasus Pondok Pesantren Tebuireng. Malang: Kalimashada Press, 1993.
Bani, Suddin. “Kontribusi Pesantren Dalam Sistem Pendidikan Nasional.†AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam 2, no. 2 (December 31, 2015): 264–73.
Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren Dan Tarekat, Tradisi-Tradisi Islam Di Indonesia. Bandung: Mizan, 1999.
Bunga, Halida. “Nadiem Makarim: Merdeka Belajar Adalah Kemerdekaan Berpikir.†Tempo, 2019. https://nasional.tempo.co/read/1283493/nadiem-makarim-merdeka-belajar-adalah-kemerdekaan-berpikir.
Depag RI. Pondok Pesantren Dan Madrasah Diniyah: Pertumbuhan Dan Perkembangan. Jakarta: Dirjen Kelembagaan Agama Islam, 2003.
Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren : Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai Dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. 10th ed. Jakarta: LP3ES, 2019.
Engku, I., and S. Zubaidah. Sejarah Pendidikan Islami. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014.
Evitasari, Dea Romadhoni. “Mengintip Konsep Merdeka Belajar Ala Pesantren.†duniasantri.co, 2022. https://www.duniasantri.co/mengintip-konsep-merdeka-belajar-ala-pesantren/.
Ghazali, al. ‘Ulum al-Dîn, Juz I. Beirut: Dar al- Fikr, n.d.
Hidayatulah, Muhammad Fahmi, Muhammad Anwar Firdausi, and Muhammad Hanief. “Curriculum Design For Special Conditions Based On Islamic Values: Study at Senior High School Al-Hikmah Boarding School Batu.†Ulul Albab 22, no. 2 (2021). https://doi.org/10.18860/ua.v22i2.14054.
Kemendikbud. Bahan Ajar Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbud, 2021.
Madjid, Nurcholish. Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina, 1997.
Mastuhu. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren : Suatu Kajian Tentang Unsur Dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS, 1994.
Moesa, Ali Maschan. Kiai Dan Politik Dalam Wacana Civil Society. Surabaya: Dunia Ilmu Ofset, 1999.
Nafi’, M. Dian, et al. Praksis Pembelajaran Pesantren. Yogyakarta: LKiS, 2007.
Nasir, Ridwan. Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal: Pondok Pesantren Di Tengah Arus Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Natalia, Krisma, and Sukraini Niwayan. “Pendekatan Konsep Merdeka Belajar Dalam Pendidikan Era Digital.†Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya, no. 3 (May 18, 2021): 22–34. https://doi.org/10.33363/SN.V0I3.93.
Oghie, Harianto. “LP Maarif PBNU: Kurikulum Merdeka Sudah Dilaksanakan Di Lingkungan Pesantren.†Nu Online, 2022. https://www.nu.or.id/nasional/lp-maarif-pbnu-kurikulum-merdeka-sudah-dilaksanakan-di-lingkungan-pesantren-4u88W.
Rahman, Abdul Rasyid. “Perkembangan Islam Di Indonesia Masa Kemerdekaan: Suatu Kajian Historis.†Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya 12, no. 2 (2017). https://doi.org/10.34050/JLB.V12I2.3054.
Rahmat. Orientasi Pendidikan Agama Islam Society 5.0 Telaah Kitab Ayyuhal Al-Walad Karya Imam Al-Ghazali. Malang: Pustaka Learning Center (PLC), 2021.
Ramdhani, Muhammad Ali. “Pesantren: Dulu, Kini, Dan Mendatang.†Kemenag.go.id, 2022. https://kemenag.go.id/opini/pesantren-dulu-kini-dan-mendatang-ft7l9d.
Risdianto, Eko. Analisis Pendidikan Indonesia Di Era Revolusi Industri 4.0. Bengkulu: Universitas Bengkulu, 2019.
Sasikirana, Vania. “Urgensi Merdeka Belajar Di Era Revolusi Industri 4.0 Dan Tantangan Society 5.0.†E-Tech : Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan 8, no. 2 (December 31, 2020). https://doi.org/10.24036/ET.V8I2.110765.
Sukamto. Kepemimpinan Kiai Dalam Pesantren. Jakarta: LP3ES, 1999.
Usman, Muhammad Idris. “Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam (Sejarah Lahir, Sistem Pendidikan, Dan Perkembangannya Masa Kini).†Jurnal Al-Hikmah 14, no. 1 (June 13, 2013): 127–46.
Wahid, Abdurrahman. Menggerakkan Tradisi. Yogyakarta: LKiS, 2001.
Wahid, Marzuki. Pesantren Masa Depan; Wacana Masa Depan Dan Pemberdayaan Pesantren,. Bandung: Pustaka Hidayah, 1999.
Wartanto. “Kurikulum Merdeka Beri Kebebasan Siswa Memilih Mater Pelajaran.†kemdikbud.go.id, 2022. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/08/kurikulum-merdeka-beri-kebebasan-siswa-memilih-materi-pembelajaran.
Abstract
Views:
170,
PDF downloads: 191






