Analisis Nilai Kerukunan dalam Tradisi Kupatan pada Masyarakat Islam di Pesisir Desa Sedayulawas, Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.33367/ijhass.v4i2.4248Keywords:
Tradition, Kupatan, Unity, Social RelationsAbstract
The Kupatan tradition is one of the cultural heritages that has become an integral part of the life of the Islamic community in the coastal village of Sedayulawas Lamongan. This article aims to explore and analyze the values of harmony embedded in the Kupatan tradition and its impact on social unity and local community cohesion. The research method used is qualitative research with an ethnographic approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis was conducted using an inductive approach to identify the values of harmony that emerged in organizing Kupatan. The results show that the Kupatan tradition in Sedayulawas Village is a ritual event and an expression of the profound importance of unity in the local Islamic community. Values such as helping, respecting each other, solidarity, and brotherhood are evident in implementing Kupatan. This article has significant implications for cultural preservation and community development in the coastal areas of Sedayulawas Village and its surroundings. By understanding and appreciating the values of harmony in the Kupatan tradition, communities can strengthen their social relationships and promote peace and stability in their neighborhoods. In addition, this article also provides valuable insights into how local cultural values can be integrated into sustainable development at the local and national levels.
References
Ariyono dan Aminuddin Sinegar, Kamus Antropologi, Jakarta: Akademika Pressindo, 1985.
Cahyo, R. Jati Nur dan Yulianto.†Tradisi Ritual Kupatan Jalasutra Di Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakartaâ€. Jurnal Khasanah Ilmu, Vol. 10, No.2, 2019.
Darmansyah, Aris dkk. Model Kerukunan Umat Beragama. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2018.
Dasih, Gusti Ayu Ratna Pramesti dan Ida Anuraga Nirmalayani. Komunikasi Budaya dalam Tradisi Tatebahan di Desa Bugbug Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem. Bali: Nilacakra, 2021.
Fadli, Rizky Very.†Nilai-Nilai Multikulturalisme Tradisi Kupatan di Desa Plosoarang Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitarâ€. Al-ma’arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, Vol.4, No.1, 2022.
Geertz, Clifford. Agama Jawa, Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa, terj. Aswab Mahasin dan Bur Rasuanto. Jakarta: Komunitas Bamboo, 2014.
Haasyim, Farah Fadilah, dkk. “Nilai Kerukunan Etnis Jawa Teradap Motivasi Berperilaku Masyarakat Jawa: Psikologi Budayaâ€. Jurnal Ilmu Budaya, Vol. 11, No.1, 2023.
Huda, M. Thoriqul. “Harmoni Sosial dalam Tradisi Sedekah Bumi Mayarakat Desa Pancur Bojonegoroâ€, Religio; Jurnal Studi Agama Agama, Vol.7, No.2, 2017.
Mahdayeni, dkk. “Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan, Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan) “, Vol.7, No.2, 2019.
Muhammad, Muzammil dkk, Membangun Paradigma Keilmuan Ketupat Ilmu: Integrasi-Kolaborasi, Collaboration of Science, Takatuful Ulum, Kolaborasi Ilmu. Jawa Tengah: Yaptinu Temanggung, 2021.
Ningrum, Winda Oktavia dan Wiwid Adiyanto.†Memahami Interaksi Tradisi Kupatan Pada Hari Raya Islam Di Desa Banjengâ€. Jurnal Komunika Islamika: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Kajian Islam, Vol.9, No.2, 2022.
Purnomo. Tanaman Kultural dalam Perspektif Adat Jawa. Malang: Elektronik Pertama dan Terbesar di Indonesia, 2013.
Purwanto, Djoko. Komunikasi Bisnis Lintas Budaya. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2006.
Rahayu, Puji.†Tradisi-Tradisi Islam Nusantara Perspektif dan Ilmu Pengetahuanâ€. Semarang: Forum Muda Cendekia (Formaci), 2019.
Rahman, Khabibur dkk. “Harmonious Values of Kupatan Tradition on Plosokandang Society, Tulungagungâ€. Karsa: Journal of Social ang Islamic Culture, Vol.29 No.1, 2021.
Riyanaputri, Alisna Rahma dan Yohan Susilo.†Tradisi Kupatan di Desa Ngadisuko Kabupaten Trenggalekâ€. Kajian Foklor, 2022.
Saidurrahman dan Arifinsyah. Nalar Kerukunan Merawat Keragaman Bangsa Megawai NKRI, Jakarta: Kencana, 2018.
Sairin, Weinata. Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbansa. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 2006.
Samudro, Luthfi dkk. Mandala Berbudaya: Astha Jathayu.Jawa tengah: Pustaka Rumah Cinta, 2021.
Sihabuddin dan Lilik Hamidah. Komunikasi Antarbudaya Dahulu Kini Dan Nanti. Jakarta: Kencana, 2022.
Subagia, Rizky “Makna Tradisi Kupatan bagi Masyarakat Desa Paciran Kecamatan Paciranâ€, Skripsi, Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2019.
Syafi’in Mansur dan Muhayat Hasan. “Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Perspektif Al-Qur’anâ€, Jurnal al-fath, Vol.8, No,1, 2014.
Wahyuningsih. Pengelohan Makanan Nusantara. Yogyakarta: Deepublish, 2020.
Wildan Rijal Amin. “Living Hadis dalam fenomena Tradisi Kupatan di Desa Durenan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalekâ€, Skripsi, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, 2017.
Yatiman, dkk. “Nilai Kerukunan dan Kekeluargaan Etnis Jawa dalam Tradisi Among-Amongâ€. Jurnal Professional FIS UNIVED, Vo.5, No.1, 2018.
Abstract
Views:
281,
PDF downloads: 433






