Analisis RACE Planning Framework sebagai Strategi Pemasaran Digital Destinasi Pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta

Authors

  • Muhammad Najih Fasya Institut Teknologi Bandung
  • Pringgo Dwiyantoro Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.33367/ijhass.v5i3.4384

Keywords:

RACE Planning, Pemasaran Digital, Pemasaran Pariwisata

Abstract

Ditetapkannya Sumbu Filosofi Yogyakarta: “The Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks†sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tanggal 18 September 2023 di Riyadh, Arab Saudi diharapkan Yogyakarta dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi peradaban dunia. Dengan adanya banyak sumber daya pusaka di Yogyakarta dan minat tinggi dari para wisatawan untuk mengunjunginya, seharusnya menjadi alasan yang kuat bagi pihak-pihak terkait untuk serius memformulasikan strategi pengembangan wisata sejarah dan budaya di Yogyakarta. Namun masih terdapat keterbatasan bahan promosi layanan wisatawan yang disediakan di Kawasan Sumbu Filosofi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan strategi pemasaran digital destinasi pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi melalui analisis RACE Planning Framework. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis maka dihasilkan strategi “Meningkatkan Kualitas Promosi dan Pemasaran Kawasan Sumbu Filosofi sebagai Destinasi Wisata melalui Pemasaran Digital†yang melahirkan dua program yaitu pengembangan promosi wisata budaya dan sejarah Kawasan Sumbu Filosofi dan pengadaan paket wisata Kawasan Sumbu Filosofi.

Author Biography

  • Muhammad Najih Fasya, Institut Teknologi Bandung

    Muhammad Najih Fasya lahir di Kota Surabaya, 6 Januari 1998. Saat ini Muhammad Najih Fasya merupakan mahasiswa aktif angkatan 2022 program studi Magister Perencanaan Kepariwisataan pada Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. Sebelumnya Muhammad Najih Fasya telah mendapatkan gelar sarjana pada Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya pada tahun 2020. Selain aktif sebagai mahasiswa, Muhammad Najih Fasya juga terlibat dalam beberapa kajian dan kegiatan proyek sebagai asisten te

References

Amnuay-ngerntra, Sompong. 2003. “Product Development for Heritage Tourism.†SPAFA Journal 13 (3). https://www.spafajournal.org/index.php/spafa1991journal/article/view/379.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Chaffey, Dave. 2022. “Introducing The RACE Growth System and RACE Planning Framework: Practical Tools to Improve Your Digital Marketing.†Smart Insights. November 17, 2022.

Chaffey, Dave, and Fiona Ellis-Chadwick. 2016. Digital Marketing. 6th ed. Harlow: Pearson Education Limited.

Haryanto, Totok, and Siti N Azizah. 2021. Pengantar Praktis Pemasaran Digital. Edited by Totok Haryanto. 1st ed. Purwokerto: UM Purwokerto Press.

Martin-Caceres, M. J, and J, M Cuenca-Lopez. 2016. “Communicating Heritage in Museums: Outlook, Strategies and Challenges through a SWOT Analysis.†Museum Management and Curatorhsip 31 (3).

Muljadi, A.J., and Andri Warman. 2016. Kepariwisataan Dan Perjalanan. 2nd ed. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Nurdin Hidayah. 2019. Pemasaran Destinasi Pariwisata. Bandung: Alfabeta.

Park, Eunkyung, Byoung-Kil Choi, and Timothy J Lee. 2019. “The Role and Dimensions of Authenticity in Heritage Tourism.†Tourism Management 74: 99–109. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2019.03.001.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. 2013. Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2013 Tata Cara Pembentukan Peraturan Daerah Istimewa. Yogyakarta. Indonesia: https://peraturan.bpk.go.id/Details/17445/perda-prov-diy-no-1-tahun-2013.

______. 2017. Peraturan Daerah Istimewa Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Tata Ruang Tanah Kasultanan Dan Tanah Kadipaten. Yogyakarta. Indonesia: https://peraturan.bpk.go.id/Details/68792.

Pemerintah Republik Indonesia. 2012. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta. Indonesia: https://peraturan.bpk.go.id/Details/39064.

Penang State Exco Office for Tourism and Creative Economy. 2021. Penang Tourism Master Plan 2021-2030. George Town: Penang State Exco Office for Tourism and Creative Economy.

Pradinar, F. T. 2012. “MAKNA SUMBU FILOSOFI YOGYAKARTA (Analisis Semiotika Makna Sumbu Filosofi Yogyakarta Di Pantai Parangkusumo, Kraton Yogyakarta, Gunung Merapi).†Yogyakarta: UPN Veteran.

Sudjana, N, and Ibrahim. 2009. Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Pariwisata (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D). Bandung: Alfabeta.

Suryadi, Agung, and Dedy P Wicaksono. 2023. Pemasaran Digital. Bantul, Yogyakarta: PUSTAKABARUPRESS.

Wijayanti, A, and J Damanik. 2019. “Analysis of the Tourist Experience of Management of a Heritage Tourism Product: Case Study of the Sultan Palace of Yogyakarta, Indonesia.†Journal of Heritage Tourism 14 (2): 166–77.

Downloads

Abstract Views: 217, PDF downloads: 183

Published

2024-09-06

How to Cite

Fasya, M. N., & Dwiyantoro, P. (2024). Analisis RACE Planning Framework sebagai Strategi Pemasaran Digital Destinasi Pariwisata di Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 5(3), 1345-1360. https://doi.org/10.33367/ijhass.v5i3.4384