Kebijakan Hukum Pidana Terkait Dengan Penanganan Pengemis dan Gelandangan di Kota Lhokseumawe

Authors

  • Shira Thani Universitas Malikussaleh
  • Fitria Mardhatillah Universitas Malikussaleh
  • Muksalmina Universitas Malikussaleh
  • Yuli Santri Isma Universitas Malikussaleh
  • Fitri Maghfirah Universitas Malikussaleh
  • Nabhani Yustisi Universitas Malikussaleh
  • Tasyukur Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.33367/y279f632

Keywords:

Beggars, Homeless People, Criminal Law Enforcement

Abstract

A total of 50 beggars and homeless people have been recorded in Lhokseumawe City. This number has increased compared to the previous year, which recorded 37 beggars and homeless people. Article 34 paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia affirms that the poor and neglected children shall be cared for by the state. In general, under Indonesia’s positive law, the activities of begging and vagrancy are classified as criminal acts. Substantively, criminal law provisions for beggars and homeless people remain necessary to address these issues in Lhokseumawe City. Based on this, the main problems are how criminal law policy regulates the handling of beggars and homeless people in Lhokseumawe City and how the implementation of criminal law enforcement is carried out against them. This research employs an empirical juridical method. The data sources consist of primary and secondary data, collected through interviews, observation, and document study, then analyzed qualitatively. The results show that there is no specific qanun (regional regulation) regarding beggars and homeless people. The existing criminal law policy still provides a legal basis for law enforcement against them. Efforts to address this issue include law enforcement, social rehabilitation, and social empowerment in accordance with Law Number 11 of 2009 and Government Regulation Number 31 of 1980. Therefore, handling beggars and homeless people can utilize provisions in the Indonesian Penal Code (KUHP), particularly Articles 504 and 505, which regulate begging and vagrancy in public places. The implementation of criminal law enforcement against beggars and homeless people in Lhokseumawe City still faces various obstacles in terms of legal structure, legal substance, and legal culture. Overall, law enforcement in this context requires regulatory reform, capacity building of law enforcement officers, and changes in the mindset of society and law enforcers to provide more effective and comprehensive solutions in addressing this issue.

References

Abdul Kadir Muhammad. (2004). Hukum dan Penelitian Hukum. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Allan, G. “Qualitative research.” Handbook for research students in the social sciences, no. Query date: 2025-06-18 05:14:19 (2020). https://doi.org/10.4324/9781003070993-18.

Bambang Sunggono. (2007). Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Darmalaksana, Wahyudin. Metodologi penelitian Hukum Islam. Sentra Publikasi Indonesia, 2022. https://digilib.uinsgd.ac.id/53402/.

Fachrurrozi, Kamal, Fahmiwati Fahmiwati, Lukmanul Hakim, Aswadi Aswadi, dan Lidiana Lidiana. Pengaruh Kemiskinan Dan Pengangguran Terhadap Kriminalitas Di Indonesia Di Tahun 2019. 3, no. 2 (Juli 2021): 173–78. https://doi.org/10.47647/jrr.v3i2.423.

Faradilla, Sandita Sanis, Teza Yudha, dan Moch Faizal Rizki. “Penanganan Gelandangan Dan Pengemis: Studi Naratif Dengan Photovoice.” Innovative: Journal Of Social Science Research 3, no. 5 (November 2023): 7824–40.

Fatmawati, L. S., Yusuf, M., Abdillah, M., & Rahman, R. A. (2021). Penegakan hukum pidana terhadap tindakan gelandangan dan pengemis di tempat umum. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(3), 154–167. https://doi.org/10.57250/ajsh.v1i3.47

Friedman, L. M. (2009). Sistem hukum: Perspektif ilmu sosial. Bandung: Nusa Media.

Gunawan Widjaja, Songga Aurora Abadi, & Alam Anbari. (2025). Penegakan hukum pidana terhadap penanganan gelandangan dan pengemis di tempat umum: Studi komparatif KUHP lama dan baru berdasarkan Putusan PN Kab. Semarang No.145/Pid.C/PN UNR. Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, 2(3), 21–30. https://doi.org/10.62383/majelis.v2i3.975

Hamzah, Andi. Hukum Pidana Indonesia. Sinar Grafika, 2017.

Hamzani, Achmad Irwan, dan Havis Aravik. Hukum Pidana Islam Tinjauan Teoritis. Penerbit NEM, 2022.

Harahap, Nurlaila. “Peran Pemerintah Kota Banda Aceh Dalam Penegakan Qanun Kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2018 Tetang Penanggulangan Gelandangan Dan Pengemis.” Thesis, UIN Ar-Raniry Fakultas Syariah dan Hukum, 2023. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/31970/.

Kencana, N. P. I. W., & Laksana, I. G. N. D. (2024). Analisis yuridis Pasal 504 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jurnal Kertha Semaya, 13(1), 3721–3730. https://doi.org/10.24843/KS.2024.v13.i01.p19

Kholiq, A., & Sunarto. (2022). Penanganan terhadap pengemis dan gelandangan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan penegakan hukum di Kota Semarang. Jurnal Hukum Masyarakat, 8(2). https://doi.org/10.35194/jhmj.v8i2.2735

Kuntari, Sri, dan Eni Hikmawati. “Melacak Akar Permasalahan Gelandangan Pengemis (Gepeng).” Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial 41, no. 1 (2017): 11–26. https://doi.org/10.31105/mipks.v41i1.2272.

Lexy J. Moleong. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mardhika, Mardhika, Lukmanul Hakim, dan Sopyan Resmana Adiarsa. “Pengalaman Hidup Gelandangan Dan Pengemis Memaknai Kebijakan Larangan Menjadi Gelandangan Dan Pengemis.” Innovative: Journal Of Social Science Research 4, no. 4 (Juli 2024): 4956–65. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.13118.

Maryatun, Maryatun, Santoso Tri Raharjo, dan Budi Muhammad Taftazani. “Upaya Penanganan Permasalahan Gelandangan Dan Pengemis.” Sosio Informa 8, no. 1 (April 2022). https://doi.org/10.31595/inf.v8i1.2977.

Masdin, Masdin. “Anak Jalanan Di Kota Kendari Menuju Kota Layak Anak.” Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 2017, 100–111. https://doi.org/10.31332/ai.v12i2.643.

Nur Rochaeti, Endah Sri Astuti, & A. T. F. (2016). Kebijakan hukum pidana penanggulangan gelandangan dan pengemis di Kota Semarang. Diponegoro Law Journal, 5(4), 1–17. https://doi.org/10.14710/dlj.2016.13574

Ollerenshaw, Jo Anne, dan John W. Creswell. “Narrative Research: A Comparison of Two Restorying Data Analysis Approaches.” Qualitative Inquiry 8, no. 3 (Juni 2002): 329–47. https://doi.org/10.1177/10778004008003008.

Piran, Feliksya Weda, dan H. R. Adianto Mardjono. “UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGATASI PENCEGAHAN PENGEMIS DARI PERSEPEKTIF UNDANG-UNDANG KESEJAHTERAAN SOSIAL.” Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance 2, no. 1 (April 2022): 604–18. https://doi.org/10.53363/bureau.v2i1.156.

Rahmatillah, Rahmatillah. “IMPLEMENTASI QANUN ACEH NOMOR 11 TAHUN 2013 DALAM PENANGANAN PERLINDUNGAN EKSPLOITASI ANAK MENJADI PENGEMIS DI DINAS SOSIAL KOTA LHOKSEUMAWE.” S1, Universitas Malikussaleh, 2024. https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/4492/.

Raira Humaira, 200802063. “Efekttivitas Penanganan Pengemis Di Indonesia (Systematic Literature Review).” Masters, UIN Ar-raniry, 2024. https://repository.ar-raniry.ac.id/.

Ramadhani, Wahyu. “JAMINAN SOSIAL TERHADAP GELANDANGAN DAN PENGEMIS :” Jurnal Hukum Samudra Keadilan 16, no. 1 (Juli 2021): 156–67. https://doi.org/10.33059/jhsk.v16i1.2666.

Ridwan Djalil. (2012). Pengelolaan Keuangan Daerah dan Efektivitas Anggaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Santuni, Jimmy Aji, Sri Wahyuni, dan Helfira Citra. “Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindakan Pengemis Dan Gelandangan Di Kota Padang Berdasarkan Peraturan Daerah No 11 Tahun 2005 Tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat.” Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 1, no. 2 (Maret 2024): 41–45. https://doi.org/10.62379/0ajhfe49.

Soekanto, S. (1986). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: Rajawali.

Styawati, Yuslia. “Prophetic Parenting Sebagai Paradigma Pendidikan Karakter.” Didaktika Religia 4, no. 2 (Desember 2016): 86–110. https://doi.org/10.30762/didaktika.v4.i2.p86-110.2016.

Supeno, Dimas Fadel, dan Cecep Sutrisna. “Penegakan Pasal 504 KUHP Dihubungkan Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1980 Tentang Penanggulangan Gelandangan Dan Pengemis.” Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum 17, no. 2 (Oktober 2018): 95–104. https://doi.org/10.32816/paramarta.v17i2.76.

Suyanto. Metode Penelitian Hukum Pengantar Penelitian Normatif, Empiris dan Gabungan. Gresik: UNIGRES PRESS, 2023.

Widodo, Karina Luana Pramesti, dan Hana Faridah. “Analisis Kasus Begal Sepeda Motor Di Kota Kendari (Studi Kasus Putusan Nomor.308/Pid.B/2021/PN Kdi).” Jurnal Panorama Hukum 6, no. 2 (2021): 126–38. https://doi.org/10.21067/jph.v6i2.6227.

Y, Yusrizal, dan Romi Asmara. “Kebijakan Penanggulangan Gelandangan Dan Pengemis (Studi Penelitian Di Kabupaten Aceh Utara).” REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 1 (Juni 2020): 16–28. https://doi.org/10.29103/reusam.v8i1.2606.

Zulfikri. “Kondisi Pengemis Di Bawah Umur Memprihatinkan Di Lhokseumawe.” Rri.Co.Id - Portal Berita Terpercaya. Diakses 22 Agustus 2024. https://rri.co.id/lhokseumawe/daerah/403433/kondisi-pengemis-di-bawah-umur-memprihatinkan-di-lhokseumawe.

Downloads

Abstract Views: 139, PDF downloads: 88

Published

2025-06-30

How to Cite

Shira Thani, Fitria Mardhatillah, Muksalmina, Yuli Santri Isma, Fitri Maghfirah, Nabhani Yustisi, & Tasyukur. (2025). Kebijakan Hukum Pidana Terkait Dengan Penanganan Pengemis dan Gelandangan di Kota Lhokseumawe. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 6(2), 431-444. https://doi.org/10.33367/y279f632