SOSIALISASI WASPADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA MASYARAKAT NON PEROKOK DI DESA KEBONAN KARANGGEDE BOYOLALI
DOI:
https://doi.org/10.33367/bjppm.v3i02.6230Keywords:
Sosialisasi, PPOK, MasyarakatAbstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan nasional dengan prevalensi 3,7% pada tahun 2018. Di Jawa Tengah, kasus PPOK menempati urutan ketujuh dengan prevalensi 2,1% atau sebanyak 31.817 penderita. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, terutama pada kelompok non-perokok yang didominasi oleh kaum wanita. Sebagian besar kaum wanita (ibu rumah tangga) tidak waspada bahwa suami perokok berpotensi menyebabkan PPOK bagi anggota keluarga lain, tidak terkecuali istri dan anak-anak, sedangkan PPOK merupakan penyakit yang bersifat ireversibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan PPOK pada warga masyarakat non-perokok di Desa Kebonan tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental dengan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yaitu sebanyak 37 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian didapatkan peningkatan nilai rata-rata pretest-posttest dari 7,76 menjadi 8,81. Hasil uji Wilcoxon terdapat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan dengan peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan.
References
Andayani, N., Zaini, L. M., & Umri, T. (2019). Hubungan derajat sesak napas dengan depresi dan kualitas hidup pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUDZA Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 19(3). https://doi.org/10.24815/jks.v19i3.18114
Dinkes Provinsi Jawa Tengah. (2018). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018.
Khairani, R., & Qalbiyah, S. (2022). Korelasi sesak napas dengan obstruksi saluran napas pada pasien penyakit paru obstruktif kronik. Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti, 7(1), 154–163. https://doi.org/10.25105/pdk.v7i1.12928
Lutfian, L. (2021). YOGA PRANAYAMA SEBAGAI UPAYA REHABILITATIF PARU PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK): LITERATURE REVIEW. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 12(2), 124–134. https://doi.org/10.34305/jikbh.v12i2.342
Monica, I., & Sutanto, H. (2020). Hubungan derajat sesak napas dengan kualitas hidup pada pasien penyakit paru obstruktif kronik stabil di Poliklinik Paru RSUP Persahabatan. Tarumanagara Medical Journal, 2(2), 295–301. https://doi.org/10.24912/tmj.v3i1.9731
Muliase, I. N. (2023). Analisis Patogenesis, Faktor Risiko, dan Pengelolaan Penyakit Paru Obstruktif Kronik: Studi Literatur. Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO), 6(01), 249–255. https://doi.org/10.59141/jsi.v6i01.71
Szalontai, K., Gémes, N., Furák, J., Varga, T., Neuperger, P., Balog, J. Á., Puskás, L. G., & Szebeni, G. J. (2021). Chronic Obstructive Pulmonary Disease: Epidemiology, Biomarkers, and Paving the Way to Lung Cancer. Journal of Clinical Medicine, 10(13), 2889. https://doi.org/10.3390/jcm10132889
Abstract
Views:
307,
PDF downloads: 157



















