PENDAMPINGAN PENGENALAN WAYANG KULIT DALAM PENANAMAN SPIRITUALISME MELALUI CERITA DEWARUCI BAGI ANAK MIGRAN DI MALAYSIA
DOI:
https://doi.org/10.33367/a6dh1e91Keywords:
Assistance, Introduction, Puppet, Spiritualism, MigrantAbstract
This community service activity focuses on the lack of understanding of spiritual values among Indonesian migrant children in Malaysia, despite their demonstrated interest in traditional arts. The objective of the activity is to instill spiritual awareness through a local cultural approach, specifically the shadow puppet play Dewa Ruci, which is steeped in Sufism (takhalli, tahalli, tajalli) and symbolizes human duality. The method used is Participatory Action Research (PAR) with five stages: to know, to understand, to plan, to act, and to change. The activity was carried out at the Sungai Mulia 5 Guidance Center (SBSM 5) in Gombak. The results showed an increased interest in culture, understanding of spiritual values, and deeper self-reflection. Shadow puppetry has proven to be an effective educational medium in non-formal education, supporting the sustainable development of character, spiritual awareness, and cultural identity in migrant children.
References
Agus, Sunyoto. Atlas Wali Songo: Buku Sejarah yang Mencerahkan. Surabaya: Pustaka IIMaN, 2016.
Budiman, I.; Pandanwangi, A.; Dewi, B. S. “Visualisasi Nilai Spiritual Dewa Ruci dalam Karya Seni Lukis.” Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya 9, no. 2 (2023): 609–14.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Panduan Umum Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Participatory Action Research (PAR). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2020.
Imam Setiawan. “Nilai-Nilai Pendidikan dalam Cerita Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci.” UIN Salatiga, 2017.
Indah Lestari. “Membangun Asa di Negeri Seberang: Anak Migran dan Pendidikan di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak Malaysia.” Kompasiana, Desember 2024.
Muhammad, Iqbal. “Spiritualitas dalam Filsafat Kontemporer.” Wisdom: Jurnal Filsafat, Sufisme, dan Pemikiran Islam 20, no. 1 (2021): 45–60.
Muhammad Syahrul. “Literature Review: Konsep Religiusitas dan Spiritualitas.” Majim: Jurnal Manajemen dan Ilmu Islam 2, no. 2 (2023): 96–104.
Nurma Khusna Khanifa. “Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal untuk Anak Migran.” Jurnal Publikasi Pendidikan 13, no. 2 (2023).
Putranda Ekky Pradana. “Unsur dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Lakon Wayang Kulit Dewa Ruci Versi Ki Manteb Soedarsono.” Universitas Negeri Semarang, 2021.
Rahayu Supanggah. “Nilai-Nilai Pendidikan dalam Kisah Pewayangan Dewa Ruci.” Garuda Kemdikbud, 2022.
Tim Jurnal Gorga. “Mengembangkan Karakter Anak Melalui Pembelajaran Seni Budaya.” Universitas Negeri Medan, 2022.
Tim Jurnal JPPFA UNY. “Penerapan Pendidikan Karakter dan Nilai Religius Siswa Melalui Seni Budaya.” Universitas Negeri Yogyakarta, 2023.
Tim Redaksi. “7 November 2003: Kesenian Wayang Diakui UNESCO dan Peringatan Hari Wayang Nasional.” Elshinta News, November 7, 2023. https://elshinta.com/news/318782/2023/11/07/7-november-2003-kesenian-wayang-diakui-unesco-dan-peringatan-hari-wayang-nasional.
———. “Tentang Jurnal Iman dan Spiritualitas.” JIS: Jurnal Iman dan Spiritualitas, Oktober 2025.
Wahyu Atikatun Nahdiyah. “Implementasi Pendidikan Karakter Anak Melalui Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya.” UIN Saizu, 2021.
Abstract
Views:
19,
PDF downloads: 19



















