Kafa’ah Sebagai Barometer Pernikahan Menurut Madzhab Syafii
DOI:
https://doi.org/10.33367/legitima.v4i2.2565Keywords:
Kafa'ah, Pernikahan, Madzhab SyafiiAbstract
Islam menetapkan kafaah sebagai salah satu barometer pernikahan yang ditentukan sebagai syarat lazim dalam pernikahan. Dalam artian, suatu pernikahan yang dilangsungkan oleh pasangan yang tidak memenuhi kriteria kafaah, maka pernikahan dihukumi sah. Problematika muncul ketika hak untuk mengajukan tuntutan pembatalan pernikahan dapat dilakukan oleh pihak wali apabila muncul ketidaksetujuan karena adanya pernikahan yang tidak kafaah. Penetapan ini oleh Imam Syafii diorientasikan demi terciptanya kemaslahatan bersama yaitu menghindari munculnya kecacatan sekaligus menghindari adanya perpecahan dalam keluarga. Penelitian ini merupakan library research, yang bertujuan untuk menguraikan tentang urgensi kafaah sebagai barometer pernikahan dalam pandangan Imam Syafii dan menjelaskan tentang bagaimana persetujuan wali serta calon mempelai perempuan terhadap kriteria kafaah sebagai keabsahan pernikahan di mata hukum. Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa kafaah memang menjadi unsur penting sebelum dilakukanya sebuah pernikahan akan tetapi semua unsur kafaah tersebut tidak berlaku ketika calon suami dan calon istri saling ridha.
References
Abdullah, Sa’id bin. Risalah Nikah (Hukum Perkawinan Islam). Jakarta: Pustaka Amani, 2002.
Abidin, Slamet. Fiqih Munakahat I. Bandung: Pustaka Setia, 1990.
Al Hamdani. Risalah Nikah (Hukum Perkawinan Islam). Jakarta: Pustaka Amani, 2000.
Ali Yusuf As-Subkhi, Ali Yusuf As-Subkhi. Fiqih Keluarga Pedoman Berkeluarga Dalam Islam. Jakarta: Amzah, n.d.
Al-Maraghi, Ahmad Musthafa. Tafsir Al-Maraghi, Terj. Bahrun Abu Bakar, Hery Noer Aly. Vol. 2. Semarang, n.d.
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Ensiklopedi Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, n.d.
Fatimah, Siti. “Konsep Kafaah Dalam Pernikahan Menurut Islam.†AS-SALAM 3, no. 2 (2018).
Ghazaly, Abd. Rahman. Fiqih Munakahat. Jakarta: Prenada Media, 2003.
Gustiawati, Syarifah, and Novia Lestari. “Aktualisasi Konsep Kafa’ah Dalam Membangun Keharmonisan Rumah Tangga.†Mizan: Journal of Islamic Law 4, no. 1 (2018). https://doi.org/10.32507/mizan.v4i1.174.
Jaziri, Abdur Rahman al-. Kitab Al-Fiqh ‘La Ma Za Hib al-Arba’Ah. Vol. 4. Beirut: Dar al Kutub, 1990.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Quran Terjemah. Bekasi: Cipta Bagus Segara, 2012.
Khazali, Abu Bakar. “Kafaah Sebagai Pertimbangan Dalam Perkawinan Menurut Mazhab Syafi’i.†Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi Dan Informasi Hukum Dan Masyarakat 18, no. 1 (December 19, 2018): 52–65. https://doi.org/10.30743/jhk.v18i1.914.
M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1996.
Mas’ud, H. Ibnu, and H. Zainal Abidin. Fiqih Madzhab Syafi’i Buku 2: Muamalat, Munakahat, Jinayat. Bandung: Pustaka Setia, n.d.
Muhammad Syadtha al-Dimyathi Al-Bakri, Abu Bakar Ustman bin. Hasyiyah I’anah Ath-Tholibin. Vol. 3. Beirut: Dar al Kutub al-Ilmiyah, n.d.
Nasution, Khoiruddin, and Syamruddin Nasution. “Peraturan dan Program Membangun Ketahanan Keluarga: Kajian Sejarah Hukum.†Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum 51, no. 1 (July 1, 2017): 1–23. https://doi.org/10.14421/ajish.2017.51.1.1-23.
Sabiq, Sayyid. Fiqih Sunnah. Vol. 7. Bandung: Al Ma’arif, 1933.
Shihab, M. Quraish. Perempuan. Tangerang: Lentera Hati, 2005.
Sholihin, Paimat. “Kafaah Dalam Perkawinan Perspektif Empat Mazhab.†SEMB-J : Sharia Economic and Management Business Journal 2, no. 1 (January 30, 2021): 1–13.
Soemiyati. Hukum Perkawinan Islam Dan Undang-Undang Perkawinan. Yogyakarta: Liberti, 2000.
Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2007.
Yasir, Muhammad. Ya Allah Bahagiakan Keluarga Kami. Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2013.
Yunus, Mahmud. Kamus Arab Indonesia. Jakarta: Hadakarya Agung, n.d.
Abstract
Views:
940,
PDF downloads: 463













